Jakarta, 28 Oktober 2026 - Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Norman Ginting, menghadiri Sarasehan Nasional Executive Business Forum TV Muhammadiyah bertema “Membuka Jalan Masuk Masyarakat ke Ekonomi Energi Terbarukan” di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.
Dalam forum tersebut, Norman menyampaikan bahwa percepatan energi terbarukan perlu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat. Pengembangan energi bersih dapat menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional apabila masyarakat dan pelaku lokal turut terlibat dalam pelaksanaannya.
“Transisi energi perlu membuka peluang yang dapat diakses dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan PLTS, koperasi energi desa dan pulau, serta tenaga kerja hijau dapat menjadi langkah konkret untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Norman.
METI juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelaku energi terbarukan, antara lain kepastian regulasi dan pembelian listrik, ketersediaan lahan dan perizinan, akses pembiayaan, kesiapan jaringan dan penyimpanan energi, serta penguatan industri dalam negeri dan kompetensi tenaga kerja. Penyelesaian berbagai tantangan tersebut memerlukan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, PLN, lembaga keuangan, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Sebagai langkah untuk menghubungkan potensi dengan proyek nyata, METI memaparkan tiga peluang kolaborasi bersama Muhammadiyah. Pertama, pemanfaatan PLTS atap dan penerapan efisiensi energi di sekolah, rumah sakit, masjid, serta perguruan tinggi Muhammadiyah. Kedua, pengembangan koperasi energi di desa atau pulau yang dapat berperan dalam pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas energi terbarukan. Ketiga, pengembangan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja hijau yang selaras dengan kebutuhan industri.
Ketiga peluang tersebut dapat diuji melalui proyek percontohan dengan pembagian peran yang jelas. Muhammadiyah dapat berkontribusi melalui aset, jaringan, dan sumber daya manusia. Sementara itu, pemerintah, PLN, pengembang, lembaga pembiayaan, asosiasi industri, serta METI dapat mendukung aspek kebijakan, teknis, pendanaan, dan pengembangan kapasitas.
Melalui partisipasi dalam sarasehan ini, METI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra kolaborasi bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. METI siap mendukung pengembangan proyek energi terbarukan yang melibatkan pelaku lokal dan memberikan manfaat ekonomi yang terukur bagi masyarakat.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Respons Anda membantu METI meningkatkan kualitas publikasi berikutnya.
