Jakarta — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) melaksanakan courtesy meeting dengan Bapak Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, dalam rangka memperkuat sinergi strategis untuk mendukung percepatan transisi energi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum METI, Norman Ginting, didampingi oleh Anggota Dewan Penasihat METI, Letjen TNI (Purn.) Musa Bangun; Bendahara Umum METI, Erik Tarigan; serta Vice Strategic Delivery Unit METI, Priyanka Puteri Ariffia.
Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi METI untuk memperkenalkan profil organisasi dan struktur kepengurusan periode 2026–2028, menyampaikan capaian serta kegiatan sepanjang tahun 2026, sekaligus memaparkan kontribusi dan dukungan METI terhadap berbagai agenda strategis energi nasional.
METI turut menyampaikan 22 usulan strategis dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET), serta berbagai inisiatif prioritas, termasuk pengembangan PLTS 100 GWp, bioenergi, Waste-to-Energy, inovasi teknologi energi bersih, dan penguatan nilai ekonomi karbon.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat dialog dan kolaborasi antara METI dan pemerintah dalam mendorong pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan energi nasional. Berbagai inisiatif yang disampaikan diharapkan dapat mendukung penyelarasan agenda pengembangan energi bersih dengan prioritas pembangunan nasional.
Melalui pertemuan ini, METI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong percepatan investasi energi terbarukan, penguatan ekosistem energi bersih, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Respons Anda membantu METI meningkatkan kualitas publikasi berikutnya.
